Pilkades Pemalang Tidak Gunakan E-Voting

By Administrator 16 Okt 2020, 12:35:50 WIB Teknologi
Pilkades Pemalang Tidak Gunakan E-Voting

PEMALANG - Setelah Pilkada pada 9 Desemeber mendatang, Kabupaten Pemalang akan menyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan diputuskan tidak menggunakan sistem pemilihan elektronik atau e-Voting. Pilkades menggunakan sistem pemilihan konvensional atau pencoblosan tanda gambar calon kepala desa.

Rencananya, Pilkades Serentak di 28 Desa akan digelar pada tanggal 27 Desember 2020 mendatang. Pilkades tidak dilakukan penundaan atau pengunduran waktu pelaksanaan, karena digelar setelah penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pemalang.

Saat ditemui Kabid Pemdes Dispermades Bagus Sutopo mengatakan, sistem pemilihan menggunakan e-Voting mempunyai beberapa kelebihan seperti kecepatan, kemudahan sekaligus meminimalisir potensi kecurangan. Pemalang sendiri pernah menggunakan model e-Voting pada Pilkades di 172 desa sebelumnya.

Baca Lainnya :

“Ketersediaan alat dan kesiapan dinas-dinas yang mengampu seperti Diskominfo dan sebagainya harus benar-benar ada ketersediaan anggaran. Sementara kita tahu sendiri ada banyak refocusing anggaran APBD yang diprioritaskan untuk penanganan Covid-19,” kataBagus

Bagus juga menambah sistem e-Voting juga membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat desa. Permasalahannya sosialisasi di masa pandemi ini tidak bisa berjalan maksimal, karena secara aturan pertemuan dan pengumpulan massa juga dibatasi.

“Ini (bisa) menjadi persoalaan baru di TPS dan memungkinkan terjadi penumpukan massa disana. Harapan kami dengan kebijakan tersebut adalah agar tidak ada klaster baru penyebaran Covid-19 atau klaster Pilkades,” lanjut Bagus

Dasar aturan secara tertulis penggunaan sistem coblosan juga tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Pemalang No 141/450 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten Pemalang.

“Pada poin kedua yakni pemungutan suara dilakukan dengan mencoblos tanda gambar dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai validasi tanda bukti kehadiran pemilih,” punkasnya.

Reporter: Fatoni

Editor Embong Sriyadi




Video Terkait:

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment