Pasutri Tewas Tertabrak KA di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

By Administrator 21 Agu 2020, 16:05:30 WIB Peristiwa
Pasutri Tewas Tertabrak KA di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Illustrasi


TEGAL – Perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu kembali memakan korban jiwa, kali ini terjadi di perlintasan KA di Desa Pepedan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, sepasang suami istri (pasutri) tewas tertabrak Kereta Api (KA) Kamandaka saat melintas, Jumat pagi (21/8). 

Keterangan yang dihimpun panturaonline, korban diketahui bernama Dasiki  dan Suneti ini tewas teemrtabrak KA di lokasi kejadian dengan luka cukup parah. Kejadian sekitar pukul 06.50 wib, kedua korban datang dari arah timur usai belanja di Pasar Pepedan yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat korban menyeberang perlintasan, tiba-tiba muncul KA Kamandaka dari arah selatan. Lantaran jarak sudah dekat, kedua korban langsung dihantam KA penumpang jurusan Purwokerto - Semarang tersebut. “Diduga korban saat menyeberang rel tidak melihat ada kereta yang akan melintas. Apalagi di situ ada bangunan sehingga pandangannya terhalang,” kata salah seorang saksi. 

Peristiwa itu mengakibatkan kedua korban tewas di lokasi kejadian dengan sejumlah luka parah. Bahkan, keduanya sempat terseret kereta sejauh sekitar 30 meter bersama sepeda motornya. Kondisi sepeda motor korban hancur tak berbentuk, sedangkan kedua korban kondisinya sudah tidak utuh lagi.

Baca Lainnya :

Sementara Kapolsek Dukuhturi Iptu Bambang mengatakan, diduga saat melintas di lokasi, korban tidak melihat ada KA yang melintas. Apalagi, kondisi tanpa palang pintu tidak dijaga petugas. Atas kejadian tersebut, warga di sekitar lokasi meminta PT KAI maunpun Pemkab Tegal untuk menempatkan penjaga perlintasan atau membuat palang pintu otomatis untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang memakan korban jiwa.

Insiden ini  dalam penanganan Polsek Dukuhturi dan unit lakalantas Polres Tegal. Adapun jenazah kedua korban  dievakuasi ke kamar jenazah RSI Muhammadiyah Adiwerna Tegal.


Reporter: Imam 

Editor: Embong Sriyadi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment