Ini Latar Belakang Amir Melakukan Aksi Bakar Diri

By Administrator 30 Agu 2020, 18:24:36 WIB Peristiwa
Ini Latar Belakang Amir Melakukan Aksi Bakar Diri

INILAH TKP dimana Amir melakukan aksinya di Desa Karangsari, Gang Sorobocek RT 06 RW 03, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (29/8) pukul 02.30 dini hari.


KAJEN  - Amir (35) nekat membakar diri dan keluarganya yang mengakibatkan Muamalah (29) istrinya dan Nafisah anaknya (3) meninggal dunia. Kejadian di Desa Karangsari, Gang Sorobocek RT 06 RW 03, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (29/8) pukul 02.30 dini hari.

Lantas apa yang menjadi latar belakang hingga insiden yang menggerikan itu terkuak? Kepada Reporter Pantura Online, Rohawi, kronologi kejadian menurut Khuzaeri (58) yang merupakan mertua dari Amir. "Malam itu pintu rumah ya nggak dikunci karena Amir pulangnya sewaktu-sewaktu. Ternyata malamnya itu sekitar pukul 01.00 dini hari Amir masuk rumah dengan membawa bensin masuklah ke dalam kamar dan dikunci. Tiba-tiba pukul 02.30 WIB api sudah menjalar ke seisi rumahnya." ungkap Khuzaeri.

Amir, istri, dan anaknya terkunci di dalam kamar dalam keadaan terbakar. Khuzaeri pun saat mengangkat anaknya rambutnya sudah terbakar habis, tangan Khuzaeri pun juga melepuh karena seisi ruangan terbakar.

Baca Lainnya :

Amir dibawa ke RSI Pekajangan oleh polisi. Sementara Muamalah dan Nafisah dibawa ke RSUD Kajen oleh warga. Namun naas pukul 07.00 WIB  Nafisah meninggal dunia disusul ibunya Muamalah juga meninggal dunia. Anaknya dikebumikan setelah dhuhur dan ibunya dikebumikan setelah Ashar.


Khuzaeri (58) yang merupakan mertua dari Amir.

Menurut Khuzaeri insiden itu terjadi karena adanya ketidakharmonisan rumah tangga. "Singkatnya sudah diberi kesempatan tapi masih melakukannya berkali-kali kan jenuh, akhirnya istrinya minta cerai dengan membawa anaknya tetapi Amir tidak mau. Amir ingin kalau cerai anaknya dia yang mengurus. Dari masalah itu tidak ada titik temu akhirnya nekat membakar diri dan keluarganya," ungkap Khuzaeri.

Menurut Khuzaeri, Amir juga berani berkata kasar kepadanya dan sering mengancam tapi dihiraukannya."Pernah keluar kata kata kasar binatang kaki empat dari mulutnya dan sering mengancam tapi saya hiraukan," ungkapnya.

 Diketahui Amir bekerja di perusahaan timah Bangka Belitung sementara Muamalah pekerjaannya menjahit.  "Amir kerjanya di perusahaan timah Bangka Belitung. Pulangnya ya nggak mesti, perlu setahun ya setahun dua tahun ya dua tahun. Pulangnya ya sesukanya yang terakhir itu dua tahun", ungkap Khuzaeri.

 Menurut Ketua RW setempat Zaenudin (52) Amir tergolong keluarga yang biasa saja."Kaya tidak miskin juga tidak mas, termasuk keluarga yang biasalah mas. Amir perantauan di Bangka Belitung di bagian pertambangan kabarnya," pungkas Zaenudin. (*)


Reporter: Rohawi Editor: Embong Sriyadi 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment