Benarkah Limbah Rembang ada hubungannya dengan Pilkada ?

By Administrator 13 Nov 2020, 23:34:38 WIB Hukum
Benarkah Limbah Rembang ada hubungannya dengan Pilkada ?

Ilustrasi : Sampah dan Pilkada


Rembang, panturaonline.com - Kabupaten Rembang Jawa Tengah sedang digegerkan dengan keberadaan puluhan ribu ton limbah B3 yang menggunung di desa Jatisari, daerah perbukitan yang menjadi penampungan limbah B3 tersebut kini memasuki babak baru selain sudah di beri garis polisi limbah tersebut sekarang sudah menampakan dampak yang signifikan kepada para petani disekitar tumpukan limbah tersebut dari mulai perkebunan cengkeh yang sudah tidak bisa lagi dipanen, tanaman bawang yang mati, dan ternak ternak yang berjatuhan karena kadar air disekililing limbah sudah tidak dapat dikonsumsi lagi

Dibalik carut marutnya penyelesaian limbah tersebut ada cerita seru yang beberapa kalangan menghubung hubungkan antara limbah dan kontestasi Pilkada di Kabupaten Rembang pasalnya Limbah yang datang di Kabupaten Rembang pada bulan April tersebut berasal dari luar Rembang tepatnya bertolak dari Pelabuhan Kuala Tanjung Riau dengan Perusahaan pengirim PT. ASAHAN MAS NABATI dan PT. TIRTA KENCANA Selaku PBM (Perusahaan Bongkar Muat)

Menilisik limbah yang dikirim dari luar daerah Rembang tersebut dapat diduga ada campur tangan dari para pemangku kebijakan bahkan bisa disinyalir kepada penguasa daerah , hal tersebut tentu memiliki beberapa alasan yang layak walaupun dari beberapa kali audensi di DPRD Rembang mendapat jawaban ketidaktahuan Dinas Lingkungan Hidup Rembang asal muasal limbah tersebut bahkan mereka menyampaikan tidak tahu sama sekali terkait limbah tersebut

Baca Lainnya :

Unik.. ?? iya memang sangat unik kalo sekelas Dinas Lingkungan Hidup sampai tidak tahu puluhan ribu ton limbah menggunung di kabupaten rembang dan dalam waktu yang sudah berlangsung lama, semoga memang Dinas Lingkungan Hidup benar benar tidak tahu dan tidak sedang bersandiwara kepada khalayak orang banyak yang menggunakan alibi Pura pura tidak tahu 

Dinas Lingkungan Hidup yang menjadi bagian dari Pemerintahan Daerah cenderung bungkam terkait limbah yang ada di kecamatan sluke tersebut padahal masyarakat awampun akan meyakini kalo jumlah puluhan ribu ton limbah dari luar daerah memerlukan ijin dari para pemangku kepentingan, tapi seandainya benar benar tidak tahu artinya selevel Dinas Lingkungan Hidup yang menjadi kepanjangan tangan Bupati berarti sedang mengalami kecolongan 

Isu liarpun mulai beredar dari mulai nilai fantastis apabila limbah bisa masuk ke rembang hingga bermacam macam janji solusi  yang belum terlihat faktanya

sedikit bergeser pada nilai yang sering disebut sebagai Dana Penyelamatan berjumlah hingga milyaran rupiah apabila limbah bisa ditampung di Rembang dari mulai dana pengamanan hingga dana setoran ke penguasa wilayah apalagi muncul isu liar kalau masih ada beberapa tongkang limbah yang akan dikirim ke rembang hanya saja karena situasi masyarakat sudah ramai ahirnya di pending terlebih dulu

Lalu dana manis yang diduga dari kotornya limbah tersebut untuk siapa ? 

Seru memang ketika disangkut sangkutkan antara limbah dengan pilkada, berdasarkan penulusuran dari beberapa aktivis, LSM dan Media terkait keberadaan limbah yang sudah ada di rembang merujuk ke arah sang penguasa daerah, pasalnya orang orang yang terlibat dari mulai pengamanan dan lokasi yang dijadikan penampungan cenderung sebagai orang orang yang sudah lama menjadi bagian dari penguasa atau sederhananya lebih disebut sebagai Orang Dekat Penguasa

Jadi hubungan antara Limbah dengan Pilkada ada dimana ? 

Limbah yang disinyalir sengaja didatangkan ke Rembang tersebut tentu si pemilik limbah tidak dengan tangan kosong membuang limbah di daerah orang lain apalagi sampai pemangku kebijakan tidak dipamiti pasti akan ada resiko, jadi wajar saja kalo ada dugaan sipemilik limbah harus merogoh kocek yang lumayan untuk membayar Tempat sampah  sebagai lokasi pembuangan limbahnya apalagi Tempat Sampah  yang dimaksud ada di daerah lain

Namun si pemilik limbah tersebut sepertinya sangat peka terhadap situasi Orang Butuh jadi tawaran tawaran manis tentu bisa di terima apalagi kontestasi pilkada saat ini biayanya tidak sedikit dan suntikan dana dari pihak luar sepertinya sangat menarik, dan ketika kalkulator limbah dijalankan bakal muncul angka yang fantastis

Tidak sesuai ekspetasi ?

Perjalanan sebuah mimpi indah mendapat pundi pundi Limbah Ilegal nampaknya harus kandas di awal perjalanan, Masyarakat tidak terima daerahnya dijadikan tong sampah raksasa, Masyarakat bergejolak, Sang penguasa berusaha meredam namun terpatahkan dengan masyarakat yang sudah mengadu kewakil rakyatnya, petisi dari jaringan LSM di Rembang juga sudah beredar bahkan para pengiat lingkungan level nasional pun sudah turun tangan

Isu isu aliran dana sudah mengalir ke orang orang vokal pun sengaja dihembuskan diantaranya ratusan juta digelontorkan ke media yang vokal, hanya saja semuanya terbantahkan karena orang orang dan media yang vokal dengan lantang menyampaikan independentnya dan bergerak hanya kepentingan rakyat, mereka pun lantang siap buka bukaan sumberdana yang digunakan untuk menuntaskan kepentingan masyarakat tersebut karena mereka meyakini tidak ada aliran dana dari tokoh kontestasi pilkada

Sudah terlalu jenuh masyarakat menunggu ganti rugi atas hancurnya pertanian dan peternakan warga terdampak limbah, masyarakat hanya berharap tidak dimanfaatkan kesusahan mereka untuk keuntungan pihak pihak tertentu saja

Wahai sang penguasa.... mereka adalah wargamu juga, tunaikanlan secercah harapan mereka, hentikan tangis mereka dari matinya tanaman pertanian mereka.


Penulis : Heri Hermawan

Editorial : Embong Sriyadi

Artikel ini dirangkum dan ditulis berdasarkan berbagai sumber berupa pendapat tokoh, pendapat pengamat lingkungan, masyarakat dan audensi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment